Cek kondisi beltmu sekarang!
Timing belt berfungsi untuk menyalurkan tenaga dari komponen satu dengan komponen lainnya dan memastikan setiap bagian mesin bergerak pada waktu yang tepat dan mencegah terjadinya tabrakan antar komponen.
Masalah Utama
Terlihat sederhana, padahal pemasangan belt juga perlu ketelitian, ketepatan dan presisi. Jika belt dipasang tidak tepat membuat belt cepat mengalami keausan, dan putus. Hal yang perlu diperhatikan pada saat pemasangan adalah pengecekan tegangan (tension) belt. Apakah belt yang dipasang terlalu kencang atau bahkan terlalu kendur.
Belt terlalu kencang belum tentu baik. Jika belt terlalu kencang dan digunakan pada putaran mesin dengan tegangan tinggi akan menyebabkan belt getas dan putus. Berikut adalah tanda tension belt terlalu kencang :
- Umur belt menjadi lebih pendek
- Shaft mengalami defleksi
- Konsumsi daya meningkat
Belt yang terlalu kendor menyebabkan komponen menjadi goyang dan mudah bergeser. Hal itu disebabkan karena tenaga belt tidak tersalurkan dengan baik, dan menyebabkan parahnya bisa terjadi selip pada belt. Berikut adalah tanda belt dipasang terlalu kendor.
- Terjadi tooth jumping
- Sinkronisasi sistem terganggu
- Gigi belt lebih cepat aus
- Timbul suara atau getaran
- Akurasi posisi menurun
Kenapa Tension Penting? Tension yang tepat menjaga performa belt
Timing belt mentransmisikan daya melalui gigi belt yang mengunci pada pulley (positive engagement), bukan melalui gesekan seperti V-Belt. Karena itu, tension diperlukan agar keterikatan antara belt dan pulley tetap stabil selama beroperasi.
Jadi tujuan Utama adalah Tension yang Tepat, bukan Tension Maksimum. Oleh karena itu, tension hanya perlu cukup untuk menjaga gigi belt tetap terhubung dengan pulley. Memberikan tension melebihi kebutuhan tidak meningkatkan performa, justru dapat mempercepat keausan belt dan komponen transmisi lainnya.